Biaexsekutor. id, Tangerang || Tim Media Biaexsekutor menyambangi salah satu kuliner kaki lima yang terkenal murah meriah namun kaya rasa, yakni Ketoprak Plontos yang berlokasi di kawasan Taman Jajan Aryana, Griya Karawaci Curug, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/04/2026)
Kehadiran Tim Media Biaexsekutor ini bukan tanpa alasan. Mereka ingin merasakan langsung sensasi kuliner sederhana yang kini mulai banyak diburu masyarakat karena cita rasanya yang khas dan menggugah selera.
Ketoprak Plontos sendiri dikenal dengan bumbu kacangnya yang kental, perpaduan Mie Instan ( Indomie ), tahu, bihun, lontong, dan di tambah dengan kerupuk yang disajikan secara sederhana namun “manyus” di lidah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Biaexsekutor, Dewa Triyadi, menyampaikan bahwa kuliner seperti ketoprak ini patut mendapatkan perhatian lebih karena menjadi bagian dari kekayaan kuliner rakyat.
Ketoprak Plontos ini bukan hanya soal rasa yang enak dan harga yang terjangkau, tetapi juga menjadi bukti bahwa usaha kecil masyarakat bisa bertahan dan berkembang.
Kami sangat mengapresiasi pelaku UMKM yang terus menjaga kualitas rasa seperti ini,” ujar Dewa.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jajanan tradisional seperti ketoprak harus terus didukung agar tidak kalah oleh maraknya makanan modern.”ucapnya.
Di sisi lain, Pimpinan Redaksi Biaexsekutor, Galih RM, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengangkat potensi-potensi kuliner lokal yang ada di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Melalui liputan seperti ini, kami ingin membantu memperkenalkan kuliner-kuliner lokal kepada masyarakat luas. Ketoprak Plontos ini salah satu contoh bahwa makanan sederhana bisa memberikan pengalaman rasa yang luar biasa,” ungkap Galih.
Menurutnya, selain rasanya yang mantap, harga yang ramah di kantong juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan pelajar.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan Ketoprak Plontos semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak pelanggan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha kecil di daerah tersebut.
( Red / Tim )










