Dari Lengkong ke Tangerang Tengah, Warisan Semangat yang Tak Pernah Padam

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biaexsekutor. id, Tangerang  || Semangat perjuangan yang diwariskan Arya Wangsakara dinilai masih relevan hingga saat ini, terutama dalam perjuangan mewujudkan pemekaran wilayah Tangerang Tengah demi pemerataan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Ratusan tahun silam, Arya Wangsakara berdiri di tepian Sungai Cisadane melihat wilayahnya mulai dikepung kepentingan asing. Kehadiran VOC yang awalnya membawa misi perdagangan perlahan berubah menjadi upaya penguasaan wilayah dan pengaruh.

Dalam situasi tersebut, Arya Wangsakara dihadapkan pada dua pilihan, tunduk demi kenyamanan atau tetap berdiri mempertahankan identitas masyarakatnya. Dengan keberanian dan keyakinan, beliau memilih berjuang demi menjaga marwah wilayah Tangerang agar masyarakat memiliki identitas, keimanan, dan masa depan yang merdeka.

Dengan restu Kesultanan Banten, Arya Wangsakara kemudian mendirikan pusat pemerintahan dan dakwah di Lengkong Sumedang. Pesantren dibangun, masyarakat dipersatukan, serta nilai keislaman ditanamkan sebagai pondasi kehidupan masyarakat saat itu.

Menurut Tetep Bimbing Gunadi salah satu Pemrakasa Pemekaran Tangerang Tengah menyatakan, semangat perjuangan tersebut kini kembali hidup melalui gagasan pemekaran Tangerang Tengah.

“Pemekaran Tangerang Tengah bukan sekadar membagi wilayah administratif. Ini tentang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat identitas daerah, dan mempercepat pembangunan agar masyarakat tidak tertinggal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika dahulu Arya Wangsakara membuka hutan dan mendirikan pesantren untuk membangun peradaban, maka perjuangan saat ini diwujudkan dengan membuka akses jalan, membangun sekolah, serta menghadirkan sistem pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat.

“Kalau dulu perjuangannya dilakukan dengan darah dan doa di medan Angke, sekarang perjuangan dilakukan melalui data, kajian, lobi, dan kerja nyata di lapangan maupun ruang rapat. Namun tujuan besarnya tetap sama, yaitu menjadikan wilayah ini mandiri, berdaya, dan memiliki arah pembangunan yang jelas,” tambahnya.

Arya Wangsakara, lanjutnya, telah membuktikan bahwa satu sosok yang memiliki visi dan keberanian mampu mengubah sejarah sebuah wilayah. Generasi hari ini tinggal melanjutkan perjuangan tersebut sesuai tantangan zaman.

“Maka ketika ada yang bertanya, ‘Ngapain dimekarkan ? jawabannya sederhana. Karena dahulu Arya Wangsakara juga dianggap keluar dari zona nyaman demi masa depan Tangerang,” pungkasnya.

Pemekaran Tangerang Tengah pun disebut bukan upaya menciptakan sejarah baru, melainkan menyambung semangat perjuangan yang telah dimulai dari Lengkong demi masa depan masyarakat Tangerang yang lebih maju dan mandiri.

 

Red : Galih RM 

Follow WhatsApp Channel biaeksekutor.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:39 WIB

Dari Lengkong ke Tangerang Tengah, Warisan Semangat yang Tak Pernah Padam

Berita Terbaru