Biaexsekutor. id, Tangerang || 14 Oktober 2026 Pembangunan proyek turap dan tandon air berjalan di Desa Palasari lebih tepatnya dikampung Kongsi RT 02 RW 03 Kecamatan Legok, kembali menjadi sorotan tajam media dan lembaga pasalnya proyek tersebut dibangun tanpa ada papan proyek dan abaikan K3
Warga, media dan lembaga mempertanyakan transparansi dan keseriusan pelaksana pekerjaan. Proyek yang diduga menggunakan anggaran yang tidak sedikit ini berjalan tanpa papan informasi proyek yang jelas, warga tidak tahu siapa kontraktornya, berapa nilainya, dan kapan selesainya. Yang lebih memprihatinkan, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seolah tidak pernah ada dalam kamus pekerjaan ini.
Padahal, setiap proyek sudah dialokasikan dana khusus untuk kebutuhan K3 dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para pekerja. Dana itu sah-sah saja ada di dalam anggaran, tapi di lapangan, realisasinya nihil. Pekerja bekerja tanpa perlindungan yang memadai, tidak ada petunjuk keselamatan, tidak ada fasilitas pendukung keselamatan kerja yang layak.Helm, rompi, apalagi sepatu safety tidak nampak sama sekali

“Uang untuk K3 dan APD itu ada di dalam kontrak, itu bukan amal, itu hak pekerja dan kewajiban kontraktor ! Tapi di mana realisasinya?” ujar Ketua Lembaga Biaexsekutor yang memantau langsung di lokasi proyek.
Ini bukan sekadar kelalaian, ini pengabaian sadar terhadap nyawa pekerja. Papan proyek yang seharusnya menjadi cermin akuntabilitas publik hilang, dan standar keselamatan kerja dikorbankan demi keuntungan semata. Di mana pengawasnya ? Di mana pihak yang bertanggung jawab memastikan dana K3 benar-benar digunakan untuk perlindungan para pekerja? ucap Dewa selalu Ketua Lembaga Biaexsekutor
Kami menuntut pihak terkait untuk segera :
1.Memasang papan informasi proyek secara lengkap dan terbuka
2.Memeriksa aliran dana K3 dan APD — apakah benar-benar digunakan sesuai peruntukannya atau justru dikantongi pihak tertentu
4.Menertibkan pelaksanaan proyek agar K3 dijalankan secara sungguh-sungguh, bukan sekadar tulisan di atas kertas kontrak.

“Saya disini cuma kuli bang ini pekerjaan swakelola desa, abang ke desa aja lngsung bang”ucap salah satu pekerja yang sudah malang melintang di dunia proyek ini.
Saat awak media menghubungi salah satu Staf Kelurahan Palasari melalui WhatsApp beliau hanya menjawab ” Coba photo bang”dan selanjutnya tidak ada kabar dan konfirmasi masalah pekerjaan tersebut. Hingga berita ini diturunkan tidak ada satupun kejelasan dari pihak kelurahan mengenai proyek tersebut, dan mirisnya lagi disaat awak media mendatangi langsung ke kelurahan Palasari untuk mengkonfirmasi masalah pekerjaan malah tidak ada staff kelurahan yang kita mintai keterangan masalah pekerjaan tandon Turap tersebut.
Masyarakat tidak butuh janji manis, masyarakat butuh transparansi, keadilan, dan jaminan keselamatan bagi mereka yang bekerja keras membangun daerah ini. Jangan biarkan dana keselamatan menjadi sumber keuntungan pribadi di atas nyawa para pekerja !
Reporter : Endang S
Red : RM










